Breaking News
recent

Berencana Serang Myanmar, Anggota IS yang Ditahan Malaysia adalah WN Indonesia



Pihak berwenang Malaysia menahan seorang tersangka anggota kelompok Islamic State (ISIS). Dia dikabarkan hendak menuju ke Myanmar untuk melancarkan penyerangan.

Kepala Divisi Anti-Teror Kepolisian Malaysia Ayob Khan Mydin Pitchay menyebutkan, Myanmar saat ini dihadapkan pada ancaman serangan dari pendukung ISIS. Umumnya pada simpatisan ini berasal dari jaringan di Asia Tenggara yang mendukung warga etnis Rohingnya, yang didiskriminasi oleh Pemerintah Myanmar.

Menurut Ayob Khan, pria yang ditangkap adalah warga negara Indonesia (WNI) yang tidak diketahui namanya. WNI itu ditahan di Malaysia Desember 2016 lalu.

Ayob Khan menambahkan, WNI ini dijadwalkan untuk didakwa pada Rabu 4 Januari atas kepemilikan materi yang terkait dengan kelompok teror. Dengan dakwaan ini pria tersebut terancam penjara tujuh tahun.

"Dia berencana untuk melakukan penyerangan di Myanmar. Melawan Pemerintah Myanmar demi etnis Rohingya di Rakhine," ujar Ayob Khan, seperti dikutip Channel News Asia, Rabu (4/1/2016).

Banyak dari warga Asia Tenggara yang sebagian besar dari Indonesia, Malaysia dan Filipina bepergian ke Timur Tengah untuk bergabung ISIS. Mereka kini mengincar melakukan serangan di Myanmar terkait kondisi etnis Rohingya.

"Ada kemungkinan mereka, baik itu dari ISIS atau kelompok lain, akan mencari jalan untuk masuk ke Myanmar dan membantu etnis Rohingya," tutur Ayob Khan.

Adapun tersangka asal Indonesia ini termasuk dalam tujuh orang yang ditahan terkait jaringan ISIS. Menurut Ayob Khan, mereka yang ditahan itu terlibat dalam plot penyelundupan senjata ke Poso, Sulawesi Tengah.

Ayob juga tidak menjelaskan asal WNI yang ditahan itu. Tetapi pria WNI diketahui sudah berada di Malaysia sejak 2014 dan bekerja sebagai pekerja pabrik.

Menurut Ayob Khan, WNI ini melakukan kontak dengan militan Malaysia yang juga anggota ISIS di Suriah, Wanndy Muhammad Jedi.

Sementara The International Crisis Group menyebutkan, kelompok militan yang melakukan serangan terhadap pos polisi Myanmar Oktober lalu, diyakini berasal dari Harakah al-Yakin yang memiliki kaitan dangan Arab Saudi dan Pakistan.
KOMENTAR
Powered by Blogger.