Breaking News
recent

Bos Alqaeda dan Bos IS Perang Mulut soal Syiah



Pemimpin Al Qaidah, Ayman al-Zawahiri, mengecam propaganda Islamic State (ISIS) yang menyebutkan bahwa ia dan kelompoknya tidak memerangi Syiah.

Dalam pesan audio yang beredar di internet pada Kamis (5/1) dan diterjemahkan oleh kelompok SITE Intelligence Group, Zawahiri menuding pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi memfitnah Al-Qaeda.

Zawahiri mengeluhkan hal ini setelah pemimpin ISIS, Abu Bakar Baghdadi, menyebarkan propaganda bahwa Al Qaeda menentang serangan sektarian terhadap kelompok Syiah yang sering dilancarkan anggota ISIS.

Dalam pesannya seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (6/1/2017), Zawahiri menyebut bahwa Al-Baghdadi telah menuding Al-Qaeda menentang serangan-serangan sektarian terhadap Syiah dan siap bekerja sama dengan para pemimpin Kristen (kafir) membangun kekhalifahan.

"Para pembohong itu [IS] bersikeras menebar kepalsuan, hingga mengklaim kami mendukung dan tidak mencela Syiah," ujar Zawahiri dalam sebuah pesan suara seperti dikutip AFP, Jumat (6/1).

Pria berusia 65 tahun itu menegaskan, dirinya juga tidak pernah menyerukan agar warga Syiah tidak diserang, melainkan mengusulkan untuk memfokuskan serangan-serangan ke pasukan Irak yang dipimpin Syiah, dan bukan pada serangan acak terhadap warga sipil.

"Saya sudah mengatakan kepada mereka berulang kali untuk berhenti menyerang dan meledakkan pasar-pasar, atau husseiniyat [tempat beribadah umat Syiah], dan berkonsentrasi pada kekuatan militer, keamanan dan milisi Syiah," tutur Zawahiri.

Zawahiri membantah dirinya telah mengatakan bahwa orang-orang Kristen bisa menjadi mitra dalam pemerintahan kekhalifahan Islam mendatang. Menurutnya, dia hanya mengatakan bahwa mereka bisa tetap menjalankan urusan mereka di dalam kekhalifahan.

Dia menegaskan bahwa kaum Nasrani hanya bisa menjadi mitra dalam negeri tanpa mencampuri urusan pemerintahan kekhalifahan Islam.

"Apa yang saya katakan adalah bahwa mereka [orang Kristen] adalah mitra dalam negeri seperti pertanian, perdagangan, dan ekonomi. Kami menjaga privasi mereka di dalam hubungan ini sesuai dengan hukum syariah kami," katanya.

Zahawiri juga menampik tuduhan Baghdadi yang menyebut Al-Qaidah terlibat dalam upaya menggulingkan mantan preisden Mesir Mohammed Morsi.
KOMENTAR
Powered by Blogger.